Linux (Ubuntu)

Pengenalan dan Pembelajaran dasar Linux

Modul 1 : Pengenalan dan sejarah singkat linux

Pengenalan dan sejarah linux

Nama Linux diturunkan dari pencipta awalnya, Linus Torvalds, yang sebetulnya mengacu pada suatu kumpulan software lengkap yang bersama-sama dengan kernel menyusun suatu sistem operasi yang lengkap. Lingkungan sistem operasi ini mencakup ratusan program, termasuk kompiler, interpreter, editor dan utilitas. Perangkat bantu yang mendukung konektifitas, ethernet, SLIP dan PPP dan interoperabilitas. Produk perangkat lunak yang handal (reliable), termasuk versi pengembangan terakhir. Kelompok pengembang yang tersebar di seluruh dunia yang telah bekerja dan menjadikan Linux portabel ke suatu platform baru, begitu juga mendukung komunitas pengguna yang memiliki beragam kebutuhan dan juga pengguna dapat turut serta bertindak sebagai tim pengembang sendiri.   
Ubuntu di ambil dari bahasa Afrika yang berarti rasa perikemanusiaan terhadap sesama manusia dan juga bisa berarti ‘aku’ adalah ‘aku’ karena keberadaan kita semua Ubuntu lahir pada bulan April 2004 saat Mark Shuttleworth sang pemilik perusahaan Canoncial Ltd membentuk sebuah group open source untuk membuat sebuah distro baru yang berbasis debian dan setelah Distro ubuntu lahir, lebih dari 12000 orang sudah mencobanya, angka tersebut melonjak pesat sampai saat ini. 
Versi Ubuntu Pada bulan Oktober 2004 ubuntu lahir pada versi pertama, versi baru ubuntu hadir setiap 6 bulan sekali dan dapat mengupgradenya secara gratis tanpa biaya sepeserpun. Penamaan versi Ubuntu juga memiliki keunikan tersendiri selain dengan Code Name nama-nama hewan ubuntu juga memiliki penamaan versi yang sangat unik, misalnya Ubuntu yang akan saya bahas kali ini memiliki nama Ubuntu 8.04 yang artinya Ubuntu tersebut di release pada tahun 2008 pada bulan April. Versi ubuntu memiliki format Y.MM, Y=tahun dan MM adalah bulan. 
Berikut ini adalah sejarah ringkas Versi Ubuntu beserta Code Namenya :

  • Ubuntu 4.10 (Warty Warhog) Ubuntu 4.10 yang di release pertama kali ini hadir pada bulan oktober 2004
  • Ubuntu 5.04 (Hoary Hedgehog) Ubuntu 5.04 adalah release ke-dua dari ubuntu yang hadir pada bulan april 2005 yang sudah tidak disupport lagi semenjak bukan oktober 2006
  • Ubuntu 5.10 (Breezy Badger) Ubuntu 5.10 adalah relese yang ke-tiga yang hadir pada bulan oktober 2005 yang juga telah habis masa supportnya pada bulan april 2007 lalu.
  • Ubuntu 6.06 (Dapper Drake) Ubuntu 6.06 adalah release ke-empat yang pertama kalinya yang di support paling lama Long Term Support (LTS) yang direlease pada bulan juni 2006, versi Long Term Support (LTS) ini disupport sampai dengan 3 tahun untuk versi desktop dan 5 tahun untuk versi server.
  • Ubuntu 6.10 (Edgy Eft) Ubuntu 6.10 adalah release ke-lima yang hadir pada bulan oktober 2006. yang telah habis masa supportnya pada bulan april 2007 lalu.
  • Ubuntu 7.04 (Feisty Fawn) Ubuntu 7.04 di release pada bulan april 2007 dan di support sampai bulan oktober 2008. 
  • Ubuntu 7.10 (Gutsy Gibbon) Ubuntu yang akan kita bahas kali ini adalah versi 7.10 yang hadir dengan Visual Effect yang sangat spektakuler, Printer yang sudah otomatis terdeteksi yang akan di support sampai bulan april 2008.
  • Ubuntu 8.04 LTS (Hardy Heron) release ke-delapan dari ubuntu yang telah hadir pada bulan april 2008 lalu adalah versi ke-dua yang menyediakan Long Term Support, Untuk Desktop akan di support sampai bulan april 2011 dan edisi server di support sampai april 2013.   


Kelebihan ubuntu : 

1. Bebas virus : Untuk saat ini virus lebih senang menyerang OS dari MS yg ber ext .exe untuk ubuntu sudah beda jadi virus dari os tetangga tidak akan berjalan di os linux.

2. 3D Interface Efek 3D kita sering jumpai di OS tetangga seperti aero memerlukan spek komputer yg tinggi tetapi ubuntu dengan spek komputer yg tidak terlalu tinggi sudah bisa 3D.

3. Mudah dimodifikasi

4. Kompatibilas Ubuntu kompatibel dengan hampir semua perangkat keras terbaru, dari mulai usb modem, wifi dan perangkat lain just plug n play.

5. Kemudahan Migrasi

6. Ubuntu Software Center (Pusat Software Ubuntu) Tinggal download dari situs ubuntu dapat download.

7. User friendly Untuk orang awam sekalipun bisa memakai ubuntu.  


Kekurangan ubuntu : 
1. Koneksi Internet Untuk update dan install ubuntu memerlukan koneksi internet sedangkan di indonesia internet itu mahal.

2. Terbatasnya pengetahuan tentang linux baik dari formal atau non formal Karena indonesia kurikulum pendidikan masih lebih banyak OS dari MS, biasanya kita belajar dari internet atau dari forum untuk mengetahui apa sih linux itu. 

1. Lisensi copyleft bebas untuk perangkat lunak yang menjamin kebebasan salam mendistribusikan dan mengubah semua versi dari sebuah program merupakan pengertian dari ...

  • Software
  • GNU
  • GPL

2. Salah satu pendukung diadakannya open source adalah faktor fleksibilitas.

  • Benar
  • Salah
  • Tidak dapat diambil kesimpulan

3. Pada versi 0.01 adalah versi Linux pertama yang dikeluarkan pada tahun 1990

  • benar
  • salah

4. Kekurangan linux diantaranya ?

  • Bug dan error ditangani dengan cepat
  • Proses instalasi yang lumayan sulit
  • Dapat berukuran terlalu kecil

5. Linux menawarkan sistem file yang hierarki

  • benar
  • salah
  • Tidak dapat diambil kesimpulan

Modul 2 : Instalasi Ubuntu

materi modul 2

Modul 2 - Pengenalan Linux

 

Tujuan Praktikum

  1. Praktikan mengenal sistem operasi Linux.
  2. Praktikan dapat melakukan instalasi Linux Ubuntu.

2.1            Tentang Linux

2.1.1       Sejarah Linux

Kernel Linux pada mulanya berasal dari proyek hobi mahasiswa finlandia, bernama Linus Torvalds. Bermula dari ketidakpuasan Linus terhadap kernel Minix yang dikembangkan oleh seorang professor dari Belanda, Andrew S. Tanenbaum, yang dipakai di kampusnya, melahirkan keinginan untuk mengoprek kernel tersebut sehingga lahirlah kernel Linux. Minix merupakan project Mini UNIX yang dipakai untuk kepentingan pendidikan dan non-komersial. Versi 0.01 yang merupakan versi pertama Linux dikeluarkan ke internet pada september 1991 sementara versi 0,02 nya yang sudah memiliki bash dan gcc compiler dirilis pada 5 oktober 1991.

3.1.1.1              Sejarah Linux di Indonesia

Sampai saat ini belum dapat dipastikan tokoh yang pertama kali membawa Linux ke Indonesia. Namun, menurut kabar yang beredar orang yang mempublikasikan Linux di Indonesia adalah Paulus Suryono Adisoeemarta (Bung Yono) . Ketika 1992, Bung Yono berkunjung ke Indonesia membawa distro SoftLanding System(SLS) dalam beberapa keping disket. Kernel Linux pada distro tersebut masih revisi 0.9X(alpha testing), dengan kemampuan dukungan jaringan yang sangat terbatas.

Periode 1992-1994 merupakan masa vakum pengembangan Linux . Secara sporadis, terdengar ada yang mendiskusikan Linux, namun terbatas pada uji coba. Kernel Linux 1.0 keluar pada tahun 1994. Salah satu distro yang masuk ke Indonesia pada tahun tersebut adalah Slackware(kernel 1.0.8). Distro tersebut cukup lengkap dan stabil sehingga merangsang tumbuhnya sebuah komunitas GNU/LINUX di lingkungan Universitas Indonesia. PC yang digunakan mempunyai processor 386 dan 486, dengan RAM antara 4 – 8 MB, dan hardisk 40-100 MB. Instalasi Linux pada saat itu kebanyakan dibuat ­dual-boot, yaitu dapat dalam mode DOS ataupun Linux.

2.1.2       Perangkat Lunak Bebas dan Open Source

2.1.2.1              Perangkat Lunak Bebas (Free Software)

Perangkat lunak bebas mengacu pada kebebasan dari penggunanya untuk menjalankan,menggandakan, menyebarluaskan, mempelajari dan mengubbah perangkat lunak. Free software adalah software yang didistribusikan dengan source codenya dan menjamin bahwa user mempunyai kebebasan untuk belaja, memodifikasi dan mendistribusikan software.

2.1.2.2              Copyleft

Copyleft pada Linux merupakan pemikiran yang bersisian dengan copyright yang menyangkut hak-hak untuk melihat kode sumber, mengembangkannya dan mendistribusikannya secara bebas. Pemikiran tersebut dicetuskan oleh Richard Matthew Stallman yang bekerja untuk Symbolic untuk membuat lisp interpreter.Setiap orang diperbolehkan untuk memodifikasi dan mendistribusi tetapi tidak boleh ada distributor yang membatasi redistribusi selanjutnya.

2.1.2.3              GNU/GPL( GNU General Public License)

GNU/GPL( GNU General Public License) merupakan lisensi copyleft bebas untuk perangkat lunak yang menjamin kebebasan untuk mendistribusikan dan mengubah semua versi dari sebuah program, memperoleh kode sumber dari program tersebut, menggunakan sebagian program untuk membuat program baru dan menjamin perangkat lunak tersebut tetap menjadi perangkat lunak bebas bagi penggunanya. GNU sendiri merupakan proyek pengembangan sistem operasi yang mirip UNIX namun kernel GNU tersebut tidak pernah rampung. Kemudian dipakailah kernel Linux untuk melengkapi sehingga muncullah GNU/Linux. Namun, jangan disalahartikan GNU/LINUX sebagai LINUX.

Demi kepentingan user dan author, GPL menginginkan agar versi yang sudah diubah diberi tanda(misalnya dengan versi atau nama yang berbeda) sehingga masalah yang ditimbulkan tidak ditujukan ke author versi sebelumnya. Keterangan lebih lengkap mengenai  GNU/GPL dapat dilihat di www.gnu.org .

2.1.2.4              Open Source

Awal mula konsep open source adalah ketika muncul pemikiran bahwa perangkat lunak seharusnya bebas  digunakan untuk semua tujuan “yang berguna secara sosial” sebagai “perangkat lunak bebas”(free software). Ini berarti penggunanya tidak harus membayar untuk mendapatkannya dan dapat digunakan sesuai dengan yang diinginkan. Terdapat beberapa keuntungan dari open source. Pertama, perangkat lunak bebas sering tersedia tanpa biaya. Kedua,ketika perangkat lunak ini dikembangkan oleh orang lain, hasil kerja pengembangan ini dapat digunakan oleh semua orang . Maka, tidak mengejutkan bila perlahan tapi pasti , banyak negara yang menuju pada open source. Salah satu alasan suatu negara memberikan dukungan terhadap open source adalah faktor fleksibilitas, negara yang menerapkan open source dapat melakukan audit kode program tanpa terhalang aturan lisensi atau paten yang sangat membatasi.

2.1.3       Fitur Linux

Beberapa fitur dasar Linuxyang perlu diketahui , antara lain: 

·         Multi tasking dan dukungan 32 dan 64 bit; mampu menjalankan beberapa perintah secara bersamaan, dan dengan memanfaatkan model terlindung (protected mode) dari Intel 80836 keatas.

·         Multi user dan Multi session; Linuxdapat melayani beberapa user yang login secara bersamaan. Sistem filenya sendiri mempunyai keamanan yang ketat, dan dapat dimodifikasi secara optimal untuk akses file kepada user atau group tertentu saja.

·         Dukungan Java; jika dikompilasi pada level kernel,Linux dapat menjalankan Java Applet sebagai aplikasi.

·         Virtual Memory. Linux menggunakan sebagian dari hardisk dan memperlakukannya sebagai memory, sehingga meningkatkan memory Anda yang sebenarnya.  

·         Linux menawarkan sistem file yang hierarkis, dengan beberapa folder utama yang sudah dibakukan (File System Standard/FSSTND)  .

·         Grafis antar muka pemakai (Graphical User Interface/GUI) yang dipergunakan Linux adalah sistem X Window atau X dari MIT.

·         Networking.  Linux menggunakan protokol TCP/IP, termasuk Network File System (NFS), Network Information Service (NIS), Session Message Block (SMB), dan lain sebagainya .

2.1.4       Komponen dan Aplikasi

Repositori perangkat lunak Linux mengandung ribuan paket perangkat lunak yang dikelompokkan ke dalam empat “komponen”. Pengelompokkan dibuat berdasarkan jenis dukungan yang dapat diberikan dan  paket tersebut perlu mengikuti Filosofi Perangkat Lunak Bebas. Komponen-komponen tersebut adalah main, restricted, universe, dan multiverse. Pembagian itu berdasarkan dukungan yang diberikan dan  keseuaian perangkat lunak tersebut dengan tujuan yang ada dalam Filosofi Perangkat Lunak Bebas.

2.1.5       Kelebihan dan Kekurangan Linux

2.1.5.1              Kelebihan Linux

  • Keamanan Linux yang lebih unggul daripada windows.
  • Dapat berukuran sangat kecil(bisa dijalankan di microcontroller).
  • Bug dan error-nya diperbaiki dalam waktu yang relatif cepat.
  • Memiliki dokumentasi yang paling lengkap untuk hampir semua hal.
  • Dapat dijalankan pada komputer dengan spesifikasi rendah.
  • Sebagian besar dapat diperoleh secara gratis.
  • Multitasking.

2.1.5.2              Kekurangan Linux

  • Kurangnya dukungan perangkat keras dari vendor tertentu
  • Proses instalasi software tidak semudah di Windows. Instalasi software di Linux, akan menjadi lebih mudah bila terkoneksi di Internet atau bila mempunyai CD/DVD repository-nya. Bila tidak, maka paket yang dibutuhkan  harus diunduh satu persatu beserta dependency paket tersebut.
  • Relatif lebih sulit dipelajari terutama pengguna baru

2.1.6       Distro Linux

Distro Linux(Distribusi Linux) merupakan keluarga UNIX yang menggunakan kernel Linux. Distro Linux bisa berupa perangkat lunak tidak berbayar dan bisa juga berupa perangkat lunak komersial seperti Red Hat Enterprise, SUSE, dan lain – lain.

Distro Linux adalah istilah yang biasa dipergunakan untuk sistem operasi berbasis kernelLinux hanya saja biasanya dalam suatu distro sudah disertakan berbagai macam program aplikasi dari bermacam – macam kategori,  seperti Office, Internet, Graphic, Video, Sound, Utility, Game, dan lain – lain. Ini yang membedakan distro Linux dengan sistem operasi lain seperti Windows.

Perbedaan lainnya dengan Windows, distro Linux bukan hanya dikembangkan oleh perusahaan tetapi juga oleh komunitas ataupun perorangan. Hal ini dimungkinkan terjadi karena adanya konsep Open source dimana setiap orang diperkenankan untuk memodifikasi Linux. Hal ini menyebabkan munculnya banyak distro Linux, yang justru membuat pemula bingung.

Terdapat banyak distribusi atau distro Linux yang telah muncul. Beberapa bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunan, contohnya adalah Debian GNU/Linux. Distro ini telah menghasilkan puluhan distro anak, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros, DSL, dan lain-lain.

Berikut ini adalah beberapa distribusi Linux:

  •  

Distribusi Linux

  •  

Ubuntu, 64Studio, Adamantix, Amber Linux, BeatrIX, Bonzai Linux, Debian, Debian-BR-CDD, DeveLinux, DreamLinux, Elive, Finnix, dll.

  1.  

ALT Linux, Annvix, Ark Linux, ASPLinux, Aurox, Berry Linux, BLAG Linux, GNU, Open Suse, dll

  •  

AliXe, Austrumi, BackTrack, Bluewhite64 Linux, CD Forum Linux (sebuah distro Linux yang dikembangkan Indonesia), College Linux, dll.

  •  
  • Arch Linux (dengan sistem manajemen paket Pacman).
  • Coyote Linux (distro Router/firewall).
  • CRUX (menggunakan manajemen paket berbasis tar.gz yang sederhana, BSD-style initscripts).
  • DD-WRT (embedded firewall).
  • DeLi Linux (kombinasi Slackware dan CRUX).
  • Devil-Linux (distro firewall/router/server).
  • DSLinux (Linux untuk Nintendo DS).
  • dyne:bolic (instalasi software baru cukup dengan menyalin [copy] ke direktori tertentu).
  • Familiar Linux (distro untuk iPAQ handhelds).
  • Fli4l (distro yang muat dalam satu floppy disk).

 

2.2            Instalasai Linux

Tahapan instalasi pada Linux sebenarnya bervariasi, tergantung dari distro yang digunakan, metodenya pun beragam.Terdapat distro yang menggunakan konsol, ada yang menggunakan text-based serupa instalasi Windows XP, dan ada pula yang benar-benar menggunakan grafis antarmuka serta mendukung media input mouse. Kali ini distro yang dijadikan sample adalah distro Ubuntu versi 9.10 yang biasa disebut Karmic Koala. Tahapan instalasinya adalah sebagai berikut:

2.2.1       Pengaturan Lingkungan Virtual[FA1] 

Dalam proses instalasi Linux kali ini akan digunakan sebuah mesin virtual yang bernama Virtual Box. Virtual Box merupakan sebuah aplikasi virtualisasi yang bisa menjalankan sebuah komputer virtual (dalam hal ini Ubuntu) di dalam sebuah komputer host (dalam hal ini Windows). Langkah-langkah pengaturan Virtual Box untuk instalasi Ubuntu adalah sebagai berikut:

  1. Buka Virtual Box, maka akan ada tampilan seperti di bawah ini. Kemudian pilih  New untuk membuat komputer virtual baru.

 

Gambar 3 - 1 Tampilan Awal Virtual Box     Gambar 3 - 2 Memberi nama VM dan memilih tipe OS

  1. Selanjutnya akan muncul pilihan sistem operasi yang akan diinstall dan nama sistem operasi pada virtual machine tersebut. Pilih Linux dengan versi (distro) Ubuntu. Kemudian klik Next.
  2. Kemudian atur alokasi memori yang digunakan.

 

Gambar 3 - 3 Pengaturan Memori pada Virtual Box

  1. Selanjutnya membuat virtual harddisk. Pilih create virtual hard drive now. Klik create.
  2. Pilih tipe virtual harddisk yang akan digunakan (vdi), selanjutnya pilih dynamically allocated..

 

Gambar 3 - 4 Pengaturan virtual Hardisk pada Virtual Box       Gambar 3 - 5 Pemilihan Tipe Penyimpanan Harddisk

  1. Langkah selanjutnya adalah pengaturan alokasi space hardisk. Dalam hal ini alokasi yang digunakan adalah 8GB.
  2. Klik create,pengaturan VM telah selesai.

 

Gambar 3 - 6 Alokasi Hardisk pada Virtual Box

  1. Tampilan VM yang telah siap digunakan
  2. Klik start pada virtual machine yang telah dibuat.

 

Gambar 3 - 7 Tampilan Virtual Box dengan 1 VMGambar 3 - 8 Memilih startup disk yang digunakan

  1. Langkah selanjutnya adalah pengaturan media instalasi. Dalam hal ini akan digunakan media cd rom  dengan source adalah file .iso dari ubuntu 12.04 LTS.
  2. Klik Start. Setelah itu,masuk ke langkah instalasi.

2.2.2       Langkah-langkah Instalasi[FA2] 

  1. Tunggu beberapa saat hingga welcome window muncul.
  2. Akan muncul beberapa 2 pilihan serta pilihan bahasa yang digunakan. Jika hendak mencoba dulu Ubuntu tanpa melakukan instalasi, maka dapat dpilih menu Try Ubuntu, maka Ubuntu akan dijalankan secara live dari CD. Namun  jika hendak menginstal Ubuntu, pilih menu Install Ubuntu.

 

Gambar 3 - 9 Welcome window Ubuntu

  1. Selanjutnya akan muncul anjuran untuk menyediakan 4,3 GB space harddisk, terhubung ke sumber daya listrik, dan terkoneksi ke internet. Terdapat pilihan untuk mendownload update ketika melakukan instalasi dan menginstal software pihak ketiga.

 

Gambar 3 - 1Error! No sequence specified. Preparing to install Ubuntu

 

  1. Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan partisi disk. Pada jendela awal pengaturan partisi terdapat 2 opsi yang bisa dipilih, “Erase disk and install ubuntu” dan “Something else”. Pilihan pertama dipakai jika keseluruhan harddisk akan dipakai oleh Ubuntu. Pilihan kedua digunakan untuk mengatur partisi harddisk secara manual.

 

Gambar 3 - 11 Pengaturan Partsisi Hardisk

 

  1. Pilih free space yang akan digunakan, kemudian klik New partitions. Harus diingat bahwa free space disini merupakan area harddisk yang belum dipartisi, bukan area kosong dari partisi itu sendiri. Pilih Primary sebagai tipe pasrtisi, kemudian tentukan ukurannya. (Jangan lupa sisakan sekitar setengah atau sama dengan ukuran RAM untuk swap area). Pilih Beginning sebagai lokasi partisi. Dan pilih format Ext3 atau Ext4 sebagai format partisi. Kemudian untuk mount point pilih /. Klik OK.
  2. Setelah partisi utama terbentuk, buatlah swap area menggunakan sisa free space tadi. Klik New partition. Tipe partisi untuk swap bebas,bisa menggunakan primary ataupun  logical. Ukurannya di sesuaikan dengan sisa free space tadi. Kemudian jangan lupa memilih format swap area. Klik OK.

 

Gambar 3 - 12 Pengaturan File System Gambar 3 - 13 Pengaturan SWAP

 

  1. Instalasi Ubuntu akan dimulai. Sembari menunggu, tentukan lokasi, layout keyboard, dan profil komputer.

 

Gambar 3 - 14 Menentukan lokasi Gambar 3 - 15 Pilihan layout keyboard


Gambar 3 - 16 Memasukan Profil Komputer

  1. Setelah proses instalasi selesai, restart komputer.

 

Gambar 3 - 17 Proses Instalasi Gambar 3 – 18 Restart Setelah Selesai Instalasi

 

  1. Setelah masuk ke tampilan dekstop Ubuntu dan menandakan proses instalasi telah selesai dengan sempurna.

 

Gambar 3 - 19 Tampilan Desktop Ubuntu

2.2.3       Lingkungan Kerja Linux

  • Lingkungan Teks

Lingkungan kerja teks adalah lingkungan kerja yang hanya menggunakan terminal atau konsol.

  • Lingkungan Grafis

Lingkungan kerja grafis memudahkan user apabila sudah terbiasa dengan siste operasi Windows. Keunggulan dari lingkungan kerja grafis adalah kemudahan dan kenyamanan user yang tidak suka dengan menulis perintah-perintah menggunakan shell dan menyukai tampilan yang menarik

2.2.4       Perbandingan Aplikasi Linux dan Windows

Salah satu kelebihan Linux dibandingkan dengan Microsoft (Windows) adalah konsol (terminal program) yang handal untuk menjalankan berbagai aplikasi Linux. Selama ini, orang yang sudah familiar dengan sistem operasi Linux lebih memilih menggunakan konsol ini dalam menjalankan berbagai aplikasi dalam Linux. Namun bagi yang belum terbiasa menggunakan Linux tentunya akan kesulitan . Meski begitu, ada banyak aplikasi yang sering digunakan di Windows dan juga terdapat di Linux meskipun dengan nama dan tampilan yang berbeda, antara lain :

  • Gambas (Linux) dan Visual Basic (Windows)
  • Amarok (Linux) dan Winamp (Windows)
  • GIMP (Linux) dan Photoshop ((Windows)
  • OpenOffice.org (Linux) dan Microsoft Office (Windows)

Aplikasi Windows dapat dijalankan mengguanakan emulator Wine.

 

 [FA1]Pengubahan langkah-langkah pengaturan lingkungan virtual berdasarkan Virtual Box 4.2.10

 [FA2]Pengubahan langkah-langkah instalasi berdasarkan Ubuntu 12.04

Video Tutorial instalasi ubuntu 12.04 LTS

 

 

1. Langkah untuk mengubah wallpaper di GUI Linux yaitu dengan cara

  • Klik kanan -> Organize Desktop by Name
  • Klik kanan -> Change Desktop Bacground
  • Klik kanan -> Keep Aligned

2. Apa yang dilakukan setelah instalasi Ubuntu selesai dilakukan

  • Memasukkan email dan password
  • Memilih jenis keyboard
  • Memasukkan password

3. Setelah instalasi selesai dilakukan, hal yang selanjutnya dilakukan adalah

  • shutdown
  • sleep
  • restart

4. Tipe partisi primary adalah partisi yang diakses komputer untuk melakukan booting

  • benar
  • salah
  • tidak dapat disimpulkan

5. Tipe partisi primary adalah partisi yang menampung beragam file data yang merupakan bagian dari partisi Extended

  • benar
  • salah
  • tidak dapat disimpulkan

Modul 3 : Perintah Dasar Linux

materi modul 3

Modul 3 - Perintah Dasar Linux

 

Tujuan Praktikum

  1. Praktikan dapat memahami struktur perintah  dasar Linux.
  2. Praktikan dapat menggunakan perintah dasar Linux.
  3. Praktikan dapat memahami konsep permission dalam linux
  4. Praktikan dapat mengubah permission dalam Linux
  5. Praktikan dapat memahami dan menggunakan regular expression

3.1            Perintah Dasar Linux

3.1.1       Overview Perintah Dasar Linux

Pada umumnya default perintah dasar Linux menggunakan /bm/bash-Bourne Again Shell (versi yang lebih dikembangkan dan Bourne shell /bm/sh). Bash mengeksekusi program dalam OS untuk setiap perintah yang dimasukkkan dalam konsole. Berikut adalah beberapa petunjuk dalam menulis perintah:

  • Tekan enter. Tidak ada yang terjadi hingga anda menekan enter.
  • Gunakan Tab untuk autocompletion. Biasakan gunakan tab.
  • Ctrl+C untuk membatalkan perintah. Ctrl+C memberikan attempt signal ke program.
  • Shift + PageUP untuk melihat hasil text sebelumnya.
  • Panah atas/bawah untuk mengulang perintah.

3.1.2       Struktur Dasar Perintah Linux

Perintah – perintah di console Linux memiliki aturan – aturan penulisan, aturan struktur penulisan perintah Linux tersebut berlaku pada hampir semua perintah – perintah Linux.Penulisan perintah Linux bersifat case sensitive artinya adalah setiap penulisan huruf besar dan kecil sangat berpengaruh terhadap hasil yang diinginkan. Berikut struktur penulisan perintah Linux :

$ Perintah [-opsi] [argument_1] [argument_2]

 

Tabel 4 - 1 Penjelasan Struktur Perintah Linux

Nama bagian

Keterangan

$

Merupakan tanda representasi user mode. Tanda representasi tersebut di bagi menjadi 2 yaitu $ dan #, berikut adalah penjelasan dari tanda user mode tersebut :

  • # ( biasa disebut dengan root ) adalah user mode yang memiliki hak akses tertinggi, root memiliki hak akses yang tak terbatas terhadap seluruh perintah Linux. Perintah – perintah yang dapat di jalan pada mode root terdapat di folder /etc/sbin.
  • $ adalah tanda untuk user mode biasa yang hanya memiliki hak akses terbatas terhadap beberapa perintah – perintah Linux. Perintah – perintah yang dapat di jalan kan ketika user menggunakan mode $ disimpan di dalam folder /etc/bin.

Perintah

Perintah adalah program yang digunakan untuk berinteraksi dengan system operasi Linux.

[-opsi]

Opsi adalah fungsionalitas – fungsionalitas default yang dimiliki oleh perintah yang digunakan. Kita dapat mengkombinasikan beberapa opsi untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Fungsionalitas dari setiap perintah Linux dapat di baca dengan menggunakan perintah

$ man perintah                                                                                                                                             

 

[argument_1]

Argument_1, biasanya adalah nama file,direktori atau alamat ( relative atau absolute ) dari suatu file ataupun folder.

[argument_2]

Argument_2, pada beberapa perintah Linux argument_2 bersifat optional dengan kata lain tidak selalu harus ada, namun untuk beberapa perintah operasi argument_2 biasanya berisi nama,direktori atau alamat ( relative atau absolute ) dari suatu file ataupun folder tujuan

3.1.3       Management Directory

Di dalam  manajemen direktori ( folder ) di Linux terdapat beberapa perintah yang paling sering di gunakan antara lain :

4.1.3.1              pwd ( print working directory )

$  pwd adalah perintah yang digunakan untuk melihat tempat directory aktif atau alamat directory yang sedang kita tempati saat ini. Contoh :

$ pwd

  •  

Hasil dari perintah di atas ditunjukan setelah perintah tersebut di jalankan, dan saat ini directory kerja aktif nya sedang berada di /home/praktikan.

3.1.3.2              cd  ( Change Directory )

$ cd adalah perintah yang digunakan untuk merubah posisi dari posisi direktory kerja aktif ke direktory kerja yang akan kita gunakan. Contoh :

$ cd /usr/local 

$ pwd

  •  

Perintah diatas di gunakan untuk berpindah dari directori yang kita tempati sekarang menuju ke directory /usr/local

Selain itu perintah cd dapat digunakan untuk berpindah ke parent directory dari suatu directory aktif, yaitu dengan menambahkan ( .. ) setelah perintah $ cd.

Contoh :

$ pwd

  •  

$ cd ..

$ pwd

  •  

3.1.3.3              ls ( List )

$ ls adalah perintah yang digunakan untuk melihat isi dari sebuah directory atau file di direktori aktif. Terdapat beberapa opsi fungsionalitas default yang dimiliki oleh perintah $ ls, berikut adalah contoh penggunaan perintah $ ls :

$ ls [opsi] [directory]

 

$ ls –l /home/praktikan

 

Berikut beberapa opsi yang dapat digunakan pada perintah $ ls :

Tabel 4 - 2 Daftar Option Perintah ls

Option

Keterangan

-l

menampilkan tampilan secara detil dari setiap file yang di tampilkan.

-a

menampilkan seluruh file yang terdapat di dalam directory termasuk hidden file

-s

menampilkan ukuran file (in blocks, not bytes)

-h

menampilkan kedalam bentuk "human readable format" (ie: 4K, 16M, 1G etc).

3.1.3.4              mkdir (make directory )

$ mkdir adalah perintah yang digunakan untuk membuat satu atau beberapa directory melalui console. Sama hal nya dengan perintah Linux lainnya pada perintah $ mkdir terdapat beberapa opsi yang dapat digunakan, berikut adalah daftar opsi yang dapat digunakan :

Tabel 4 - 3 Daftar Option Perintah mkdir

Option

Keterangan

 -p

opsi untuk membuat directory secara bertingkat dengan hanya menggunakan satu buah command.

-m

Opsi untuk memberikan permissions dari directory yang kita buat, dengan menggunakan bilangan oktal (akan dijelaskan pada sub bab file permissions).

 

Mkdir memiliki syntax penulisan :

$ mkdir [option] dir_name

 

dir_name adalah nama dari sebuah direktory yang akan dibuat oleh user.

   $ mkdir –p /tmp/{a/{b,c},opt/test1/test2,var/coba}

 

Berikut adalah bentuk tree directory dari perintah diatas :

Gambar 4 - 1Pohon Direktori

 

        $ mkdir  –m  777  /tmp/a  

        Perintah diatas digunakan untuk membuat sebuah directory dan memberikan all access pada directory tersebut.

3.1.3.5              rm ( remove )

$ rm adalah perintah yang digunakan untuk penghapusan ( delete )satu atau banyak directory atau file melalui console. Untuk menghapus file digunakan perintah seperti dibawah ini :

$ rm [opsi] nama_file/folder

Beberapa opsi yang dapat digunakan dalam perintah rm :

Tabel 4 - 4 Daftar Option Perintah rm

Option

Keterangan

 -f 

Memaksa file untuk di hapus, biasa di gunakan untuk menghapus file system.

-i

menampilkan peringatan sebelum proses penghapusan di lakukan

-r

Penghapusan secara berulang hingga akhir directory.

Contoh :

$ rm –f UTS.java

Keterangan :  Menghapus secara paksa file UTS.java

$ rm –rf /opt/test1

 

Keterangan :  Menghapus seluruh file yang terdapat di dalam folder test1, dalam hal ini test1adalah folder yang di dalam nya terdapat beberapa file.

3.1.3.6              cp ( Copy )

$ cp adalah perintah untuk mengcopy satu atau banyak file dalam satu kali penulisan perintah atau duplikasi file atau folder dari sumber ke tujuan. Perintah yang di gunakan untuk mencopy file atau folder adalah

$cp [opsi] /folder_asal/nama_file /folder_tujuan

Tabel 4 - 5 Daftar Option Perintah cp

Option

Keterangan

 -R

Digunakan untuk mengcopy suatu directory beserta dengan isinya

-v

Digunakan untuk melihat file yang dicopykan ke tujuan di console

 

Contoh  :

$ cp –vR /home/student /data/backup

Keterangan : Perintah diatas akan mengcopy direktori students yang berada dibawah direktori /home beserta seluruh isinya kedalam direktori /data/backup dan menampilkan seluruh file yang di copy kan.

3.1.3.7              mv ( Move )

$mv adalah perintah yang digunakan untuk melakukan perpindahan file atau direktori atau dapat juga digunakan untuk melakukan perubahan nama file atau direktori jika sumber dan tujuan yang diberikan terletak dalam satu struktur direktori yang sama. Ada beberapa opsi yang dimiliki perintah $ mv ini, berikut adalah opsi yang dapat digunakan pada perintah $ mv

Tabel 4 - 6 Daftar Option Perintah mv

Option

Keterangan

 -R

Digunakan untuk mengcopy suatu directory beserta dengan isinya

-v

Digunakan untuk melihat file yang dicopykan ke tujuan

Contoh :

$ mv contoh1.html /home/student/contoh2.html

 

Keterangan :  Perintah di atas digunakan untuk mengganti nama file contoh1.html menjadi contoh2.html dan memindahkan file tersebut kedalam folder student yang berada di dalam folder home.

3.1.3.8              ln ( Link )

$ ln adalah sebuah teknik untuk memberikan lebih dari satu nama file dengan data yang sama. Bila file asli dihapus, maka data yang baru juga terhapus. Syntax perintah ln adalah :

$ ln file_asli file_duplikat

Terdapat dua hal yang perlu di perhatikan  pada pembuatan link di Linux yaitu hard link dan soft link. Perbedaan dari kedua link tersebut adalah.

  • Pada hard link, pembuatannya hanya dapat dilakukan jika file  benar-benar ada .Jika terdapat perubahan pada file duplikat maka terjadi perubahan juga pada file aslinya. Pembuatan link terbatas file yang berada pada partisi disk yang sama.
  • Pada soft link atau symbolic link dapat dilakukan bahkan pada file yang sebenarnya tidak ada , sedangkan pada hard link tidak dimungkinkan. Symbolic link dapat dibentuk melalui media disk atau partisi yang berbeda dengan file aslinya. Symbolic link diperlukan bila file tersebut di ”link” dengan directory atau file yang berada pada partisi yang berbeda. Tipe file menjadi 1 (link) dan file tersebut menunjuk ke tempat asal.

Contoh :

  • Hard link

$ ln file_asli file_duplikat

  • Soft link

$ ln –s file_asli file_duplikat

3.1.4       Filtering

Filtering adalah proses untukk mendapatkan data atau informasi yang diinginkan dari input. Proses ini memanipulasi atau memproses data input menjadi informasi terformat yang diinginkan. Beberapa perintah Linux yang difungsikan sebagai filter adalah head, tail, sort, grep, wc.

3.1.4.1              head

        Head adalah filter yang menampilkan baris awal dari data input sebanyak yang ditemukan oleh user. Syntax penggunaan head adalah

$ head –nbaris nama_file

Keterangan : -nbaris adalah opsi yang digunakan untuk menampilkan berapa banyak baris yang akan dimunculkan. Secara default jika perintah $ head tidak di ikuti dengan –nbaris maka secara automatis perintah $ head akan menampilkan 10 baris pertama.

Contoh :

$ head –n2 /etc/passwrd  

root:x:0:0:root:/root:/bin/bash

bin:x:1:1:bin:/bin

 

3.1.4.2              tail

        Tail merupakan utilitas kebalikan dari head, tail hanya menyeleksi bagian akhir atau terbawah dari suatu file. Sama halnya dengan head, jika tail dilakukan tanpa menggukan opsi maka perintah $ tail akan mengeluarkan 10 baris terakhir sebagai fungsi defaultnya, selain itu pada perintah $ tail opsi yang sering digunakan lainnya adalah opsi “–c”. Opsi “-c” digunakan untuk menampilkan karakter-karakter terakhir sebanyak yang ditentukan. Syntax yang dgunakan:

$ tail –nbaris nama_file

Contoh :

$ tail –n2 /etc/passwrd

praktikan:x:502:503:/home/praktikan:/bin/bash

asisten:x:506:506:/home/asisten:/bin/bash

 

$ tail -18c suratku

Keterangan : perintah diatas akan mengeluarkan 17 baris terakhir dari file suratku.

3.1.4.3              Sort

        Utilitas sort digunakan untuk melakukan pengurutan terhadap output sebuah perintah suatu file. Syntax yang digunakan adalah

$ sort nama_file

Contoh :

$ sort /etc/passwrd

asisten:x:506:506:/home/asisten:/bin/bash

bin:x:1:1:bin:/bin

praktikan:x:502:503:/home/praktikan:/bin/bash

root:x:0:0:root:/root:/bin/bash

 

3.1.4.4              grep

        Perintah grep digunakan untuk menyaring masukannya dan menampilkan baris-baris yang hanya mengandung pola yang Anda tentukan. Pola ini disebut reguler expression ( pattern ). Berikut adalah syntax penulisan grep :

$ grep [opsi] pattern nama_file

Misalkan user akan mencari suatu text dengan pola-pola tertentu yang berada didalam file.

Contoh :

$ grep -l "Linux" *.txt

Catatan: perintah grep diatas akan menampilkan file file *.txt yang mempunyai kata "Linux".

Tabel 4 - 7 Daftar option perintah grep

Option

Keterangan

-A NUM

Menampilkan NUM baris pertama dari baris yang mengandung pattern . Menempatkan “--“ sebagai pemisah antara group-group pattern yang cocok.

-B NUM

Menampilkan NUM baris sebelum baris yang mengandung pattern sampai baris yang mengandung pattern. Menempatkan “--“ sebagai pemisah antara group-group pattern yang cocok.

-C NUM

Menampilkan NUM baris sebelumnya , baris yang cocok, NUM baris setelahnya . Menempatkan “--“ sebagai pemisah antara group-group pattern.

-c

Menampilkan banyaknya baris yang mengandung pattern.

-F “string”

Menampilkan baris yang mengandung kata “string” pada file yang dipisahkan dengan baris baru.

-h

Menampilkan baris yang hanya sesuai dengan pattern.

-i

Menghilangkan perbedaan huruf besar dan kecil pada pattern dan file.

-m NUM

Menghilangkan pencocokan pattern pada file setelah num pada baris yang cocok.

-n

Menampilkan nomor baris dan baris yang cocok pada file.

-o

Manampilkan bagian dari kalimat yang cocok dengan pattern.

-v

Menampilkan baris yang tidak mengandung pattern

-w

Menampilkan baris yang mengandung keseluruhan pattern dimana pattern dianggap sebagai suatu kata, bukan suku kata.

-x

Hanya menampilakn baris yang mengandung keseluruhan pattern dimana pattern dianggap sebagai suatu baris, bukan kata ataupun suku kata.

3.1.4.5              wc

        Perintah wc dapat digunakan untuk menghitung jumlah baris, kata, dan karakter dari baris-baris masukan yang diberikan kepadanya. Berikut beberapa opsi yang dapat digunakan pada perintah wc :

Tabel 4 - 8 Daftar Option Perintah wc

Option

Keterangan

-l

Menampilkan jumlah baris saja.

-w

Menampilakn jumlah kata saja.

-c

Menampilkan jumlah character.

byte

Menampilkan jumlah byte ( khusus opsi “byte” penggunaannya harus bersamaan dengan opsi “-c”.

Bentuk penulisan syntax perintah wc adalah sebagai berikut :

$ wc [opsi] nama_file

        Secara default output dari perintah  wc akan menampilkan jumlah baris, kata, dan karakter.Contoh :

jika Anda ingin mengetahui berapa jumlah file yang ada pada direktori  /etc/passwrd, maka ketikkan perintah:

$ wc /etc/passwrd
33   70   1653   /etc/passwrd

Artinya bahwa hasil tampilan isi direktori /etc/paasswd  terdiri dari 33 baris (file dan direktori),70 kata, dan 1653 karakter.
$ ls –l | wc –l

11

Artinya bahwa hasil dari perintah ls –l berisi sepanjang 11 baris.

$echo “jumlah yang login saat ini : ‘who | wc –l ’orang”

Jumlah yang login saat ini : 15 orang

3.1.4.6              less  dan  more

Fungsi perintah less dan more pada dasarnya adalah sama namun terdapat beberapa kelebihan yang dimiliki perintah less dibanding dengan perintah more.Perbedaan more dengan less terletak pada apa yang ditampilkan dalam jumlah besar. Perintah more hanya dapat melihat tampilan per layar tanpa bisa melihat apa sudah ditampilkan, jadi tidak bisa scroll ke atas untuk melihat tampilan yang telah lewat. Perintah less, lebih lengkap dari more karena less dapat melihat tampilan yang telah lewat dengan menggunakan panah atas.

Contoh  :

$ cat test1.txt | more

 

$ cat test1.txt | less

Keterangan : 

Fungsinya sama dengan yang berada di DOS, yaitu untuk menjalankan beberapa perintah bersamaan. Tetapi perintah setelah pipeline akan menggunakan masukan yang dihasilkan oleh perintah sebelum pipeline.

Contoh:

$ cat test1 | less

Perintah diata memiliki arti ,  perintah less akan menyaring semua keluaran yang dihasilkan oleh perintah cat. Jadi output perintah cat menjadi input untuk perintah less.

3.1.5                     Manipulasi Text

3.1.5.1              cat (concatenate )

$ cat adalah perintah yang dapat digunakan untuk membaca dan membuat file.

  • Untuk membuat file dengan menggunakan perintah :

$ cat > nama_file

Keterangan :  Tanda “ > ” digunakan untuk create file pada perintah “cat"

Contoh  :

$ cat > test1.txt  [enter]

/* Isi file dengan text ataupun baris-baris perintah */

/* Jika sudah selesai mengisikan text kedalama file test1.txt

tekan “ctrl + d” */

1. This is a test file

2. For prayitna use

3. Finish

[ctrl + d]

  • Untuk melihat isi file dapat menggunakan perintah :

$ cat nama_file

 

$ cat test1.txt

1. This is a test file

2. For prayitna use

3. Finish

4.1.5.2              join

Join di gunakan untuk menggabungkan dua file secara rasional dengan menggunakan kunci field ( kolom ) yang sama. Kedua file tersebut harus sudah di sort berdasarkan field kunci. Syntax yang digunakan :

$ join [opsi] file1 file2

Opsi yang sering digunakan :

Tabel 4 - 9 Daftar option perintah join

Option

Keterangan

-jn m

Menentukan bahwa field kunci dari file ke –n adalah field ke-m.

-o list

Output dalam susunan list n.m : field ke-m dari field ke-n.

-1 fieldnumber

Menjoinkan file berdasarkan field number pada file 1. Field number adalah angka baris pada file yang akan di join, berupa angka integer yang dimulai dari 1.

-2 fieldnumber

Menjoinkan file berdasarkan field number pada file 2. Field number adalah angka baris pada file yang akan di join.

Contoh :

$ cat text1

Lieberman 60853
Adnan Hajj 40642
Icalendar 30674
Meebo   26389
 

$ cat text2
Israel
Lebanon
War
Hezbollah
 

$ join -1 1 -2 1 techno_1 techno_2

Lieberman 60853 Israel
Adnan Hajj 40642 Lebanon
Icalendar 30674 War
Meebo 26389 Hezbollah
 

3.1.5.3              cut

Cut digunakan untuk mengambil data tertentu berdasarkan kolom atau karakter dari suatu file. Syntax yang digunakan:

$ cut [opsi] nama_file

Opsi yang sering digunakan :

Tabel 4 - 10 Daftar Option Perintah cut

Option

Keterangan

-f

Mengambil character berdasarkan kolom.

-c

Mengambil character berdasarkan karakter.

-d char

Menjadikan character yang ditulis setelah opsi ini sebagai pembatas antar kolom ( field ). Untuk opsi –d penulisannya di ikuti dengan character. Contoh : -d “:“, artinya pembatasnya berupa character  “:“

-number1, number2

Menyatakan posisi field, contoh : -1,3, menyatakan field pertama dan ketiga.

Contoh :

$ cut -1,3 –d “:” text1

Artinya mengambil field ke 1 dan ke 3 dari file text1, dengan : sebagai pembatas.

$ who | cut –d “ “ –f1

Artinya akan mengambil field pertama dari perintah $ who yang tiap fieldnya dibatasi dengan spasi. Dalam hal ini who adalah perintah untuk mengetahui daftar user yang sedang aktif.

3.1.5.4              paste

Paste digunakan untuk menggabungkan file secara horizontal, merekatkan sejumlah baris dari beberapa file. Penggabungan dilakukan dengan cara baris per baris. Baris pertama dari field pertama akan di rekatkan ke baris pertama dari file kedua dan seterusnya.

3.1.6       Searching File dan Directory

3.1.6.1              find

Find digunakan untuk mencari file dengan kriteria tertentu. Syntax yang di gunakan :

$ find [opsi] [path] [expression]

Berikut adalah opsi yang dapat digunakan dalam perintah $ find :

Tabel 4 - 11 Daftar option Perintah find

Option

Keterangan

-name file_name

Opsi pencarian berdasarkan nama file atau directory

-perm permission_code

Opsi pencarian berdasarkan izin akses yang dimiliki file atau directory.

-links n

Kriteria pencarian berdasarkan banyaknya link yang dimiliki.

-size

Opsi untuk melakukan pencarian berdasarkan ukuran file.

-user

Opsi untuk melakukan pencarian berdasarkan pemilik ( user ) file.

-print

Opsi untuk menampilkan hasil pencarian ke layar.

Contoh :

$ find /home/usr –name test1.txt –print

Arti dari perintah diatas adalah untuk mencari file test1.txt di dalam folder /home/usr dan menampilkannya di layar console.

$ find –name “Linux” –print

Arti dari perintah diatas adalah untuk mencari file dengan nama Linux.

$ find /home -user <username> -print

Artinya melakukan pencarian file di dalam folder /home yang dimiliki oleh username tertentu.

3.1.6.2              locate

Locate digunakan untuk mencari file atau directory dengan cepat berdasarkan kata kunci yang digunakan. Kelemahan dari perintah locate ini adalah user  yang memakai harus sering-sering mengupdate basis data tersebut agar datanya selalu up to date. Syntax yang digunakan adalah :

$ locate kata_kunci

Untuk mengaktifkan fungsi data base tersebut perlu akses menuju ke root Locate mencari file atau dari sebuah basis data yang dibuat oleh perintah :

$ su

/* masukan password root */

# updatedb

 

3.1.6.3              whereis

Whereis digunakan untuk mendapatkan lokasi binary, source code, dan halaman manual dari suatu perintah atau file. Syntax yang digunakan :

$ whereis nama_file

 

3.2           Konsep Permission dalam Linux

Setiap file Linux memiliki status izin akses file (file permission). Maksudnya setiap file memiliki informasi untuk mengatur siapa saja yang berhak untuk membaca, menjalankan atau mengubah file tersebut. Tujuannya adalah untuk menjaga privasi, keamanan serta integritas sistem.

  1. Atribut File

File mempunyai beberapa atribut, antara lain :

-          Tipe file  : menentukan tipe dari file, yaitu :

Tabel 4 - 12 Daftar Atribut File

Atribut File

Keteerangan

-

Menandakan bahwa entitas file atau directory ini adalah file biasa.

l

Menandakan bahwa entitas file atau directory ini adalah link.

d

Menandakan bahwa entitas file atau directory ini adalah directory.

c

Menandakan bahwa entitas file atau directory ini adalah character device.

b

Menandakan bahwa entitas file atau directory ini adalah block device.

s

Menandakan bahwa entitas file atau directory ini adalah socket.

P

Menandakan bahwa entitas file atau directory ini adalah pipe.

 

-          Ijin akses : menentukan hak user terhadap file ini.

-          Jumlah link : setiap hard link dibuat jumlah link ditambah satu, symbolic link tidak menambah jumlah link.

-          Pemilik (Owner) : menentukan siapa pemilik file ini.

-          Group : menentukan group yang memiliki file ini.

-          Ukuran  : menentukan ukuran file dalam byte.

-          Waktu pembuatan : menentukan kapan file terakhir dimodifikasi

-          Nama file : menentukan nama file yang dimaksud.

Contoh :

Untuk melihat attribut dari file atau directory anda dapat mengetikan perintah

$ ls –l

Maka akan muncul tampilan file atau directory seperti pada gambar berikut.

 

Ukuran file

       

 

Gambar 4 - 2Susunan Output "ls -l"

       Artinya:

Tipe adalah File biasa.

-rw-rw-r--1 berarti, Hak akses owner hanya baca dan tulis, Hak akses group hanya baca dan tulis, Hak akses other hanya baca.

Jumlah file adalah 1

Pemilik file ini adalah user bin

Pemilik file ini adalah group auth

Ukuran file adalah 1639 byte

Waktu dibuat adalah 31 Oktober, pukul 20:19

Nama file adalah /etc/password

Berikut adalah penjelasan hak akses owner, group dan other serta indikator file atau directory dari attribut file atau directory :

Tabel 4 - 13 Hak Akses Owner, Group dan Other

Type

Hak akses owner

Hak akses group

Hak akses other

d, “ – “,l,c,b,s,p

r w x

r w x

r w x

 

Sedangkanarti simbol r w x adalah

Tabel 4 - 14 Simbol dalam Permission

Simbol

Keterangan

r ( read )

Ijin untuk membaca file atau directory.

w ( write )

Ijin untuk menulis file.

x (execute )

Ijin untuk meng-execute file .

 

3.2.2       Memberikan permission kepada file dan direktori

Kita sudah mengetahui permission apa saja yang ada di file dan direktori di Linux. Di Linux, untuk memberikan permission dapat dilakukan dengan perintah

$ chmod

Option untuk perintah chmod ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu menggunakan symbol huruf dan menggunakan symbol angka. Untuk menggunakan symbol huruf, maka huruf yang digunakan terdiri dari:

Tabel 4 - 15 Daftar Option Perintah chmod

Nama  Option

Keterangan

u

Owner

g

Group

o

Others

a

All

+

Menambahkan permission

-

Mengurangi permission

r

Permission untuk membaca (read)

w

Permission untuk menulis (write)

x

Permission untuk menjalankan atau masuk ke direktori (execute)

Untuk memberikan akses tulis kepada group danmenghilangkan akses baca kepada user atau group lainnya pada file test1, maka option yang harus kita berikan adalah g+w dan o-r. Maka syntax penulisannya

$ chmod g+w,o-x test1

Selain dengan symbol huruf, Kita juga dapat menggunakan symbol angka. Symbol angka ini harus diberikan sekaligus untuk owner, group dan others. Jadi, kalau di symbol huruf kita bisa memberikan permission untuk owner, group atau others saja, maka di symbol angka ini harus diberikan sekaligus. Karena itu, symbol angka ini selalu berisi 3 digit, dimana digit pertama akan berisi mengenai permission owner, digit kedua untuk permission group dan digit ketiga untuk permission others. Symbol angkanya adalah:

4= untuk permission baca (read)

2 = untuk permission tulis (write)

1 = untuk permission menjalankan (execute)

 

Secara keseluruhan format penulisannya menjadi

Tabel 4 - 16 Format Penulisan Permisssion

Owner

Group

Other

r

w

x

r

w

x

r

w

X

4

2

1

4

2

1

4

2

1

7

7

7

Contoh :

Jadi, jika kita ingin memberikan permission seperti ini kepada user
drw-r-xr—

maka syntax penulisannya ( menggunakan symbol huruf ) adalah:

$ chmod u+rw,u-x,g+r,g-wx,o+r,o-wx test1

bila menggunakan symbol angka, maka penulisan syntaxnya adalah :

$ chmod 654 test1

Cara lain untuk mengubah ijin akses dengan chmod adalah dengan menggunakan nilai bilangan oktal pada simbol r, w, x sebagai berikut :

Tabel 4 - 17 Permission dalam Bilangan Oktal dan Biner

Oktal

Biner

Permission

7

111

rwx

6

110

rw-

5

101

r-x

4

100

r--

3

011

-wx

2

010

-w-

1

001

--x

0

000

---

Berikut adalah perintah lain yangberhubungan dengan attribut file :

  • Mengubah kepemilikan file :

$ chown pemilik_baru nama_file/dir

 

  • Mengubah group dari file :

$ chgrp group_baru dir

 

  • Mengubah pemilik dan group :

$ chown pemilik_baru : group_baru dir

 

Untuk mengubah pemilik dan group seluruh isi directory dapat menggunakan opsi “-R”.

 

3.3           Regex dan Metacharacter

3.3.1    Pencocokan Karakter

Pada perintah yang menggunakan nama file atau directory, dapat menggunakan karakter wildcard untuk mencocokan pola dari nama file.

Tabel 4 - 18 Wildcard dan Penjelasannya

  •  
  •  
  •  

Pencocokan dengan sembarang string (deretan character ).

  •  

Pencocokan dengan sebuah character saja.

[ ]

Mencocokan salah satu dalam class character tertutup tersebut.

  •  

Menyatakan kawasan sebuah character dalam kelas ( range ). Contoh  : [a-z] , artinya character dari a sampai z.

  •  

Digunakana dengan tanda [ ] untuk menyatakan “character selain” yang mengikutinya.

 

Tabel 4 - 19 Penggunaan Wildcard dan Penjelasannya

Contoh  Wildcard

Keterangan

Jo*

Artinya mencari seluruh kata yang berawalan dengan “Jo”,

Contoh  : Joni, Johan, Jojon, Jonathan, Joomla

Jo* n

Artinya mencari seluruh kata yang berawalan dengan “Jo” dan di akhiri dengan “n”,

Contoh  : Jon,  Johan, Jojon, Joan.

san?

Artinya mencari seluruh kata yang berawalan dengan “san” dan di akhiri dengan satu buah character bebas,

Contoh  : sana, sani, sand.

k??i

Artinya mencari seluruh kata yang berawalan dengan “k” dan di akhiri dengan “i” dan diantaranya terdapat dua buah character bebas,

Contoh  : kaki, kiki, kopi.

dan[aiu]

Artinya mencari seluruh kata yang berawalan dengan “dan” dan di akhiri dengan salah satu huruf “a”, “i”, “u”,

Contoh  : dana, dani, danu

[A-Z a-z][1-9]

Artinya mencari seluruh character yang berawalan dengan huruf besar dari A sampai Z atau huruf kecil dari a sampai z dan di akhiri angka dari 1 sampai 9, dan sepanjang 2 character,

Contoh  : B9, c1, Z3

[!Abef]*

Artinya mencari seluruh kata yang berawalan dengan character selain “A”, “b”, “e”, “f”.

3.3.2.      Special Karakter

Metacharacter adalah karakter yang mempunyai makna khusu bagi shell. Metacharacter antara lain berupa : ; \ { } $ # ^ | <>& * ! [ ] “ ` , mengakses special karakter dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu  :

  • Dengan menggunakan tanda backslash “ \ “.

Tanda “ \ “ digunakan untuk mematikan sebuah special karakter contoh :

$ echo \”hallo, praktikan\”

“hallo, praktikan”                          

  • Dengan menggunakan tanda “  ( petik ganda ).

Tanda “ berfungsi untuk mematikan special karakter, tapi tidak berfungsi untuk mematikan special karakter $ , { }

Contoh  :

Tanda $ digunakan untuk melambangkan bahwa suatu string adalah nama variable ( akan di bahas pada modul shell programming ) ketika akan digunakan pada perintah lain.

Contoh :

$ kata = “Specialkarakter”

$ echo “$kata-kata”

/*maka yang akan keluar */

Specialkarakter-kata

 

  • Dengan menggunakan ‘ ( Tanda petik tunggal )

Tanda ‘ berfungsi untuk mematikan seluruh fungsi special karakter yang terdapat di dalamnya.

Contoh :

$echo ‘: ; \ { } $ # ^ | <>& * ! [ ] “ `’

/* maka hasil yang akan muncul */

: ; \ { } $ # ^ | <>& * ! [ ] “

Contoh Perintah Dasar Linux

 

1. Perintah yang digunakan untuk melihat tempat direktori aktif yaitu

  • pwd
  • ls
  • mkdir

2. Jika kita ingin mengcopy suatu file beserta isinya, perintah apa yang dapat dijalankan

  • mv blabla.txt /home/blablaaa.txt
  • cp-r /asal/blabla.txt /tujuan
  • mv-r blabla.txt /home/blablaaa.txt

3. Ketika kita ingin pindah ke home, perintah yang benar adalah

  • cd~
  • /home
  • Clear

4. Perintah filtering yang digunakan untuk pengurutan terhadap output adalah

  • Grep
  • Head
  • Sort

5. Perbedaan dari perintah less dan more adalah terletak pada penggunaannya

  • benar
  • salah
  • tidak dapat diambil kesimpulan

Modul 4 : Manajemen Device

Materi Modul 4 : Manajemen Device

Modul 4 - Manajemen Device

 

Tujuan Praktikum

  1. Praktikan dapat memahami file system di Linux.
  2. Praktikan dapat memahami device di Linux.
  3. Praktikan dapat melakukan partisi di Linux.
  4. Praktikan dapat memahami FSTAB
  5. Praktikan dapat memahami MBR

             

             

             

4.1            Struktur Directory Linux

Berikut adalah struktur directory linux dan fungsinya

/root (root directory) : Adalah struktur paling dasar yang harus bisa melakukan boot, perbaikan atau mengembalikan sistem seperti dalam keadaan semula. dalam struktur paling atas ini harus dibuat sesederhana mungkin.

/bin : direktori ini berisi aplikasi biner penting, berisi file eksekusi untuk perintah seperti ls, kal , grep dll yang digunakan dalam lingkungan Linux sehari-hari, secara langsung maupun tidak langsung .

/boot : Direktori ini berisi file yang dibutuhkan untuk boot up sistem operasi, termasuk kernel ( vmlinux ), ramdisk image ( initrd.lz ) dan file konfigurasi bootloader .

/dev : direktori Ubuntu Linux  ini tidak mengkonsumsi ruang pada disk dan digunakan untuk melacak perangkat yang terhubung ke komputer , termasuk yang merupakan bagian dari CPU seperti disk, mouse, monitor, kartu grafis dll

/etc : ini adalah tempat di mana Anda dapat menemukan file konfigurasi dasar OS dan aplikasi terinstal lainnya dan skrip startup . Ini berisi semua file konfigurasi , mulai dari mengendalikan booting komputer untuk dapat mengubah software yang teristal dan service.

/home : Ini adalah profil folder  pengguna di Linux mirip dengan folder pengguna :/ c pada Windows. Setiap pengguna pada sistem akan memiliki direktori terpisah dalam sub – direktori .

/lib: sistem library yang diperlukan untuk memfungsikan software yang diinstal yang hadir dalam direktori ini Linux . ‘ Library ‘ dalam konteks komputasi adalah mendefinisikan sebagai sumber daya dapat digunakan kembali yang dapat digunakan oleh lebih dari satu software .

/lost+found : berisi file yang hilang dan ditemukan dari / direktori Anda .

/media : Direktori ini bukan merupakan bagian dari struktur direktori Linux . Ini adalah file sistem direktori yang membantu untuk mengenali semua media mount removable seperti CD , hard drive eksternal , USB drive , kamera dll

/mnt : Ini direktori Linux digunakan untuk membuat mount point untuk sistem lain yang melekat pada komputer di boot, misalnya Partisi Windows .

/opt : Direktori ini menyediakan lokasi untuk aplikasi opsional yang akan diinstal .

/proc : direktori virtual ini tidak mengkonsumsi ruang pada disk tetapi hanya ada dalam memori sistem . Direktori ini tersedia secara bebas untuk browsing hanya untuk ‘root’ pengguna.

/sbin : direktori ini juga tersedia untuk pengguna root . Ini berisi perintah untuk mengubah sistem pengaturan lebar.

/srv : Direktori ini bertindak sebagai lokasi sementara untuk data dimaksudkan untuk digunakan oleh server .

/sys : direktori ini berisi informasi spesifik sistem dimaksudkan sebagai acuan untuk aplikasi lain .

/tmp : Sebagai mane suggest , bertindak sebagai penyimpanan untuk file sementara .

/usr : Inilah tempat dimana sebagian besar aplikasi dan file akan disimpan , segala yang ada di sini tersedia untuk semua pengguna untuk di akses . Hal ini dapat juga disebut sebagai folder file program untuk Linux .

/var : Ini adalah direktori untuk file variabel seperti log dan database . Perhatikan kontras dengan direktori / tmp .

4.2            File System di Linux

4.2.1       Extended File System

Extended file system atau ext diimplementasikan pada April 1992 sebagai file system pertama diciptakan khusus untuk sistem operasi Linux. Ia memiliki struktur metadata terinspirasi oleh Unix File System (UFS) tradisional dan dirancang oleh Rémy Card untuk mengatasi keterbatasan tertentu dari sistem berkas Minix.

4.2.1.1              EXT2

Ext2 pertama kali dirilis pada bulan Januari 1993.  Filesystem ini ditulis oleh Rémy Card, Theodore T. dan Stephen Tweedie, file system ini merupakan penulisan ulang besar-besaran dari Extended file system. Hingga bulan April 2001, file system ini masih menjadi file system tama di Linux. File system ini juga di implementasikan di sistem operasi lain seperti: NetBSD, FreeBSD, GNU HURD, Windows 95/98/NT, OS/2, dan RISC OS. Ext2 memiliki banyak kemiripan dengan filesystem asli Unix. Ia memiliki konsep block, inode, dan directory. Serta memiliki ruang kosong untuk Access Control Lists (ACLs), fragment, undeletion, dan compression walaupun fungsi-fungsi tersebut belum diimplementasikan (terdapat melalui patch terpisah).

4.2.1.2              EXT3

EXT3 file sistem EXT3 adalah peningkatan dari EXT2 file sistem. Peningkatan ini memiliki beberapa keuntungan, diantaranya:

·         Setelah kegagalan sumber daya, "unclean shutdown", atau kerusakan sistem, EXT2 file sistem harus melalui proses pengecekan dengan program e2fsck. Proses ini dapat membuang waktu sehingga proses booting menjadi sangat lama, khususnya untuk disk besar yang mengandung banyak sekali data. Dalam proses ini, semua data tidak dapat diakses. Jurnal yang disediakan oleh EXT3 menyebabkan tidak perlu lagi dilakukan pengecekan data setelah kegagalan sistem. EXT3 hanya dicek bila ada kerusakan hardware seperti kerusakan hard disk, tetapi kejadian ini sangat jarang. Waktu yang diperlukan EXT3 file sistem setelah terjadi "unclean shutdown" tidak tergantung dari ukuran file sistem atau banyaknya file, tetapi tergantung dari besarnya jurnal yang digunakan untuk menjaga konsistensi. Besar jurnal default memerlukan waktu kira-kira sedetik untuk pulih, tergantung kecepatan hardware.

·         Integritas data EXT3 menjamin adanya integritas data setelah terjadikerusakan atau "unclean shutdown". EXT3 memungkinkan pemilihan jenis dan tipe proteksi dari data.

·         Kecepatan Dari pada menulis data lebih dari sekali, EXT3 mempunyai throughput yang lebih besar daripada EXT2 karena EXT3 memaksimalkan pergerakan head hard disk. Tiga jurnal mode dapat dipilih untuk memaksimalkan kecepatan, tetapi integritas data tidak terjamin.

·         Migrasi mudah dilakukan sehingga dapat berpindah dari EXT2 ke sistem EXT3 tanpa melakukan format ulang.

4.2.1.3              EXT4

Filesystem Ext4, generasi baru, pengembangan lebih lanjut dari filesystem Ext3. Filesystem Ext4 didesain untuk memberikan performance yang lebih baik dan peningkatan kemampuan. Filesystem Ext4 juga meningkatkan daya tampung maksimal filesystem ke 1 exabyte dan mengurangi wktu yang diperlukan untuk melakukan pengecekan hardisk (fsck yang mana pada Filesystem Ext3, setiap 20-30 kali mount). Berdasarkan test benchmark yang dilakukan oleh beberapa benchmarker, Filesystem Ext4 memiliki keunggulan performance yang significant dalam menulis dan membaca file berukuran besar. Filesystem Ext4 menyisihkan filesystem lain seperti xfs, jfs, Reiserfs dan ext3.

4.2.2       Reiser FS

Reiser file sistem memiliki jurnal yang cepat. Ciri-cirinya mirip EXT3 file sistem. Reiser file sistem dibuat berdasarkan balance tree yang cepat. Balance tree unggul dalam hal kinerja, dengan algoritma yang lebih rumit tentunya. Reiser file sistem lebih efisien dalam pemanfaatan ruang disk. Jika file 100 bytes ditulis , hanya ditempatkan dalam satu blok. File sistem lain menempatkannya dalam 100 blok. Reiser file sistem tidak memiliki pengalokasian yang tetap untuk inode. Resier file sistem dapat menghemat disk sampai dengan 6 persen.

    ReiserFS journal file system komputer yang dirancang dan diimplementasikan oleh sebuah tim di Namesys dipimpin oleh Hans Reiser. ReiserFS masih didukung di Linux. Diperkenalkan dalam versi 2.4.1 dari kernel Linux, itu adalah journaling file system pertama yang di-include ke dalam kernel standar. ReiserFS adalah file sistem default pada Elive, Xandros, Linspire, GoboLinux, dan distribusi LinuxYoper. ReiserFS adalah file sistem default di Novell's SUSE Linux Enterprise sampai Novell memutuskan untuk pindah ke ext3 pada tanggal 12 Oktober 2006 untuk rilis di masa depannya.

Namesys menganggap ReiserFS (sekarang kadang-kadang disebut sebagai Reiser3) stabil dan fitur lengkap dan, dengan pengecualian pda update keamanan dan perbaikan bug kritis, telah berhenti sehingga pembangunannya berkonsentrasi pada penggantinya, Reiser4.

4.2.3       SWAP

Swap adalah Ruang disk yang disediakan untuk mendukung kebutuhan memori yang kapasitasnya terbatas, dengan hal ini, memungkinkan page-page memory dituliskan di harddisk yang telah dipesan terlebih dahulum dianggap sebagai perluasan memori fisik, sehingga sistem operasi seakan-akan menggunakan RAM fisik yang besar.

Swapping adalah proses dimana sebuah page memory disalin ke ruang yang telah dikonfigurasikan pada hard disk, disebut swap space, untuk membebaskan memory page. Ukuran gabungan dari memori fisik dan ruang swap adalah jumlah memori virtual yang tersedia.

Swapping diperlukan untuk dua alasan penting. Pertama, bila sistem yang memerlukan memori lebih dari memori fisik yang tersedia, kernel men-swap out page yang kurang digunakan dan memberikan memori untuk aplikasi (proses) yang butuh memory segera. Kedua, sejumlah besar page yang digunakan oleh aplikasi selama fase startup yang hanya dapat digunakan untuk inisialisasi dan kemudian tidak digunakan lagi. Sistem ini dapat men-swap out page tersebut dan membebaskan memori untuk aplikasi lain atau bahkan untuk cache disk.

4.2.4       ZFS

ZFS adalah filesystem buatan Sun Microsystem yang didesain khusus untuk Operating System Solaris atau OpenSolaris, Linus Torvalds menyebut ZFS sebagai salah satu “very few bright spots” di Solaris.

Seperti diketahui bahwa ZFS mempunya berbagai fitur modern yang tidak dimiliki oleh filesystem lain, diantaranya :

·         Memiliki kemampuan pemeriksaan integritas data yang menyeluruh menggunakan mekanisme checksum dan transactional copy-on-write yang handal, jadi di setiap file yang disimpan dengan ZFS akan dicek integritas nya dengan Checksum, jadi jika suatu saat nilai checksum ini berubah,  file ini dapat ditemukan sebagai file corrupt.

·         Pool-wide striping dinamis yang dimiliki ZFS memungkinkan adanya peningkatan bandwidth I/O secara otomatis saat terjadi penambahan storage, membuat partisi menjadi semudah membuat folder, belum lagi sensor pre-fetch yang dapat dengan cerdas membaca pola data untuk lebih mendongkrak kinerja.

·         Merupakan satu-satunya file system 128-bit yang dapat menampung data dengan kapasitas hampir tidak terbatas, mampu menangani skala yang besar, compression built-in, serta fasilitas snapshot dan clone yang canggih.

·         Proses checking filesystem yang cepat apabila terjadi proses force reboot ataupun power failure.

Seperti diketahui juga bahwa lisensi dari filesystem ZFS ini adalah Sun’s CDDL license, inilah yang membuat filesystem ZFS ini tidak bisa native di Linux, karena bertentangan dengan lisensi yang dimiliki oleh Linux yaitu GPL.

Ada info menarik tentang keberadaan ZFS ini di Linux, karena ada sebuah project bernama ZFS on FUSE/Linux yang sedang dirintis oleh seorang programmer asal Portugal bernama Ricardo Correia, yang bertujuan melakukan porting ZFS ke FUSE framework, jadi jika project ini berhasil maka pengguna Linux akan bisa menikmati fitur-fitur ZFS yang canggih.

Fuse ini telah di diimplementasikan pada NTFS filesystem; NTFS-3g, dengan hasil yang baik.

Untuk mengikuti perkembangan dari project Porting “ZFS on Fuse” ini, silahkan langsung menuju ke ZFS on FUSE blog.

4.3            Partisi di Linux

4.3.1       Dengan GUI

Paragon Partition Manager merupakan aplikasi yang hanya bisa digunakan di sistem operasi Windows, sedangkan di sistem operasi Linux terdapat aplikasi yang bernama GParted. GParted (Gnome Partition Editor) dapat digunakan untuk menambah, menghapus, mengganti ukuran, memformat, menyalin juga mengecek partisi pada sebuah hardisk.

Pada distribusi Ubuntu 9.10 GParted tidak lagi disertakan bersama LiveCD nya. Sehingga harus menginstallnya terlebih dahulu dengan menggunakan repository. Cara penginstalan dapat melalui Synaptic Package Manager ataupun melalui terminal dengan cara mengetikkan :

$ sudo apt-get install gparted

 

Setelah terinstal, aplikasi ini dapat diakses dari System >> Administration >> GParted.  Setelah aplikasi ini dibuka, maka task-task untuk mengatur partisi siap dijalankan.

[FA1] 

Gambar 5 – 1 Tampilan Gparted

Untuk menjalankan task yang di inginkan,  klik kanan pada partisi yang diinginkan dan memilih task manipulasi yang akan dilakukan.

 

Gambar 5 - 2 Tampilan Task Manipulasi Gparted

4.3.2       Dengan Terminal

4.3.2.1              fdisk

Fdisk merupakan salah satu tools pengelola partisi yang terdapat pada hampir semua distro Linux. Tools ini merupakan text based, sehingga saat ini jarang digunakan karena sudah banyak tools lain yang menggunakan GUI, misalnya GParted dan Cfdisk. Namun tools fdisk ini masih sering digunakan untuk mengetahui informasi yang ada pada hardisk , misalnya tipe partisi, ukuran maupun informasi device nya. Untuk mengetahui informasi tersebut cukup dilakukan perintah:

$ sudo fdisk –l

 

 

Gambar 5 - 3 Tampilan Perintah “fdisk –l”

4.3.2.2              cfdisk

Cfdisk merupakan salah satu tools pengelola partisi yang bekerja pada text based. Namun tools ini memberikan kemudahan bagi pengguna. meskipun berbasis teks, tidak perlu diketikkan perintah untuk menjalankan fungsi manipulasi, namun hanya menggunakan tombol panah pada keyboard untuk memilih menu yang disediakan.

 

Gambar 5 - 4 Tampilan Perintah “cfdisk”

Disana telah tersedia menu-menu untuk memanipulasi partisi yang dimiliki. dapat dipilih partisi yang akan dimanipulasi dengan tmbol panah atas/bawah, sedangkan menu dibawahnya dapat dipindah dengan tombol panah kiri/kanan dan diakhiri dengan tombol enter.  Tipe partisi yang didukung pun cukup banyak. Untuk menampilkan tipe partisi yang didukung,  kursor bisa diarahkan ke menu [ Type ] dan akan ditampilkan pilihan sebagai berikut :

 

Gambar 5 - 5  Menu Memanipulasi Partisi pada “cfdisk"

Untuk memilih tipe partisi yang di inginkan , masukkan angka dari menu yang ditampilkan. Setelah itu pilih menu [ Write ] untuk menuliskan formatnya ke partisi yang dipilih. Perintah [ delete ] digunakan untuk menghapus partisi. Untuk bantuan dapat dipilih menu [ help ].

4.3.2.3              mkfs

Mkfs merupakan sebuah tool  untuk melakukan pembentukan file sistem di Linux. Tool ini bekerja pada mode text. Tool ini akan memformat dan menggantikan tipe dari patisi yang akan dibuat. Biasanya perintah ini digunakan saat  sudah membentuk sebuah partisi, namun belum menentukan jenis file sistem yang akan digunakan. Ada beberapa macam perintah MKFS yang dapat digunakan. Perintah tersebut berdasarkan jenis file system apa yang akan digunakan, misalnya mkfs.ext3, mkfs.2, mkfs.ntfs, mkfs.reiserfs, mkfs.vfat, mkfs.fat.

Contoh penggunaan MKFS : #mkfs.ext3 /dev/hda1

4.4            Pengenalan Device di Linux

Pada sistem operasi Linux/UNIX setiap hardware/ device pada komputer dianggap sebagai  file. File – file khusus yang merupakan simbol untuk semua device tersebut disimpan dalam direktori /dev.

        Device – device tersebut dapat berupa block device (perangkat block) maupun character device (perangkat karakter). Keduanya sering juga disebut device special files. Perbedaan antara keduanya terdapat pada bagaimana data ditulis dan dibaca untuk kemudian diproses oleh sistem operasi dan hardware.

Character device atau character special itu serangkain karakter yang dibaca berurut misalnya serangkaian karakter yangditekan dari keyboard atau serangkaian data byte yang dikirim berurutan melalui serial line. Sedangkan block device (block special) atau sering disebut random access device adalah alat yang dapat menyimpan data dan menawarkan akses keseluruh bagian secara acak. Contoh block device adalah hard disk dan disket. Dengan menggunakan hard disk dapat mengakses data yang tersimpan secara acak sedangkan bila menggunakan serial line misalnya, hanya dapat mengakses data sesuai urutannya.

Masing-masing device node memiliki major dan minor number device. Major number memberitahu kernel, device apa yang mewakili node tersebut. Misalnya major number 3 adalah IDE hard disk dan major number 8 adalah SCSI disk. Minor number mewakili nomor partisi, minor number 0 adalah keseluruhan hard disk yang pertama dan minor number 1 hingga 15 adalah partisi yang mungkin bisa dibuat di hard disk tersebut. Contohnya, saya memiliki 2 buah IDE hard disk maka hard disk pertama adalah /dev/hda dan hard disk kedua adalah /dev/hdb. Jika masing-masing hard disk tersebut memiliki 2 buah partisi maka saya memiliki /dev/hda1, /dev/hda2, /dev/hdb1 dan /dev/hdb2.

Di bawah ini isi dari direktori /dev di komputer saya. Huruf b di bagian paling kiri menunjukkan bahwa itu adalah block device sedangkan character device akan ditunjukkan dengan huruf c.

 

Gambar 5 - 6 Output Daftar Device

 

Gambar 5 - 7 Output Daftar Device dengan Kata “sda”

 

 

 

 

 

Untuk mengetahui jenis perangkat dari file yang ada di /dev  dapat digunakan perintah file.

 

Gambar 5 - 8 Output Jenis Perangkat File di /dev

Tabel 5 - Error! No sequence specified.Nama File Device

Nama File

Nama device

/dev/fd0

Drive floppy pertama

/dev/fd0

Drive floppy pertama

/dev/fd1

Drive floppy kedua

/dev/hda

HD bus AT pertama

/dev/hda1 - /dev/hda15

Partisi-partisi dari HD bus AT pertama

/dev/sda

HD SCSI pertama

/dev/sda1 - /dev/sda15

Partisi-partisi dari HD SCSI pertama

/dev/sdb

HD SCSI kedua

/dev/sdc

HD SCSI ketiga

4.4.1       Manajemen Media Storage di Linux

4.4.1.1              hdparm

hdparm merupakan aplikasi yang umum digunakan untuk meningkatkan kinerja  harddisk agar dapat bekerja secara optimal. hdparm ini mendukung harddisk IDE/ST 506. Aplikasi ini membutuhkan Linux kernel versi 1.2.13 ke atas. Beberapa option tidak bisa bekerja pada kernel-kernel awal. Sebagai tambahan beberapa option didukung hanya untuk kernel yang memasukkan device IDE driver yang baru, seperti versi 2.0.10 ke atas.

Perintah yang bisa digunakan :

# hdparm [options] <nama_device>

Keterangan untuk option-optionnya dapat dibaca dari manual hdparm.

# hdparm –Tt /dev/sda

Dimana option –T untuk melihat cache system, sedangkan option –t digunakan untuk melihat kecepatan akses / membaca disk.

Melihat status 32 Bit I/O :

# hdparm -c /dev/hda

Untuk mengetahui kecepatan akses disk anda

# hdparm -t /dev/had

Untuk menset hardisk anda yang 16 bit menjadi 32 Bit dan mendukung DMA

# hdparm -c1 -d1 /dev/had

Untuk menjaga agar settingan di atas tetap berlangsung, gunakan perintah :

# hdparm -k1 /dev/hda

Catatan: hati-hati dalam menggunakan perintah hdparm karena dapat mengakibatkan kehilangan data

 

4.5            Pengenalan FSTAB

FSTAB merupakan singkatan dari File System Table. File ini berada pada direktori /etc/fstab dan dapat dikonfigurasi oleh user root. File ini berisi daftar mounting yang menunjukkan konfigurasi dari mounting yang digunakan saat ini , misalnya informasi hardware dan lokasi mount nya.File fstab mempunyai 6 kolom.

 

Tabel 5 - Error! No sequence specified.Kolom pada fstab

No Kolom

Nama

Keterangan

1

File System

Informasi tentang hardware fisik , misalnya /dev/hda1, /dev/sda2, /dev/scd0

2

Mount Point

Berisikan direktori lokasi mount dari hardware , misalnya /media/cdrom0, dapat juga dibuat secara  manual menggunakan mkdir dengan user root.

3

Type

Merupakan tipe file system yang akan  mount. Misalnya ext3, ntfs, iso9660.

4

Option

Merupakan option dari mounting yang akan  lakukan, dapat diisikan lebih dari 1 dengan tanda kome (,) sebagai pemisahnya.

  • auto : Akan dilakukan mounting otomatis saat booting
  • noauto : kebalikan dari auto, tidak akan di mount otomatis saat booting
  • user : saat di mount, mount point hanya dimiliki oleh user yang melakukan mount
  • users : saat di mount, mount point hanya dimiliki oleh user dan group user yang melakukan mount
  • nouser : hanya user root yang dapat melakukan mounting
  • ro : read only
  • rw : read and write
  • exec : memungkinkan  mengeksekusi file binary yang berada pada mount point
  • noexec : kebalikan dari exec, file binary tidak dapat dieksekusi bahkan oleh sistem. Contoh kasus pada partisi windows
  • sync : input dan output pada file system dilakukan secara sinkronous. Misalnya setelah dilakukan copy, perubahan akan ditulis secara fisik pada file system tepat saat perintah copy diberikan
  • async : kebalikan dari sync, input dan output file tidak akan dilakukan secara sinkronous
  • defaults : rw, suid, dev, exec, auto, nouser, dan async

5

dump

digunakan untuk menentukan penjadwalan backup. Di isikan 1 untuk melakukan backup mounting, dan 0 untuk tidak melakukan backup. Defaultnya adalah 0

6

pass

Merupakan opsi untuk menentukan apakah akan dilakukan fsck (file system check) atau tidak. Untuk file system root biasanya diisi dengan 1, sedangkan yang lain di isikan 2 dan untuk default di isikan 1.

Untuk memisahkan antarkolom atau antarfield digunakan tombol tabulasi (tab). Misalnya dibuat salah satu partisi yang langsung di mount, maka pada fstab ditambahkan :

/dev/sda4     /media/data   ntfs   auto   0      0

 

File iso juga dapat dimount agar dapat dibaca isinya dengan konfigurasi pada fstab :

/home/ubuntu9.10.iso /media/ubuntu  iso9660  o,auto,loop  0     0

atau dengan memberikan perintah langsung pada terminal :

#mount –o loop /home/ubuntu9.10.iso      /media/ubuntu

4.6            Pengenalan MBR

Master Boot Record (MBR) atau catatan boot utama adalah sebutan untuk sektor pertama dari sebuah hardisk. Dalam MBR  terdapat hal-hal sebagai berikut :

  • Kode booting sistem operasi utama, yang dapat membuat hardisk melakukan booting ke sistem operasi utama. Kode ini disebut juga Master Boot Code
  • Tabel partisi yang berisi daftar partisi apa saja yang terdapat pada hardisk tersebut

Saat melakukan  booting, MBR memiliki tugas sebagai berikut :

  • Mencari partisi yang aktif (partisi yang dapat melakukan proses booting) dalam tabel partisi
  • Mencari sektor pertama dari partisi yang aktif untuk mendapatkan boot sector dari partisi tersebut
  • Memuat salinan boot sector dari partisi aktif ke dalam memori
  • Memberikan kontrol selanjutnya kepada kode yang dapat dieksekusi dalam boot sector

Skema partisi Master Boot Record (MBR-Style Partition) merupakan sebuah skema partisi yang menggunakan struktur Master Boot Record. Di dalam MBR terdapat sebuah tabel partisi yang menjelaskan dimana partisi-partisi diletakkan di dalam hardisk. Skema partisi ini hanya terdapat pada Intel x86 dan di implementasikan dalam BIOS sistem tersebut. Dalam skema partisi ini, partisi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

  • Partisi utama (Primary Partition), yaitu partisi yang dapat digunakan untuk melakukan proses booting sistem operasi dan menyimpan data pengguna.
  • Partisi tambahan (Extended Partition), yaitu partisi yang dapat menampung beberapa partisi logis. Partisi ini sebenarnya merupakan salah satu jenis dari partisi utama. Jumlahnya hanya boleh satu buah saja
  • Pertisi logis (Logical Partition), yaitu partisi yang tidak digunakan untuk melakukan proses booting sistem operasi, dan hanya dapat digunakan untuk menyimpan data user. Jumlahnya tidak dibatasi, sehingga dalam satu hardisk bisa terdapat banyak partisi logis yang terdapat pada sebuah partisi tambahan.

 

Gambar 5 - Error! No sequence specified.Gambar Struktur Harddisk

 [FA1]Pengubahan screenshot gparted mengikuti ubuntu 12.04

video tutorial

 

1. /srv merupakan struktur direktori pada linux yang memiliki fungsi

  • Sebagai tempat berisi file yang dibutuhkan untuk melakuakn boot
  • Sebagai tempat untuk menyediakan lokasi
  • Sebagai tempat lokasi sementara untuk data dimaksudkan untuk digunakan oleh server

2. Pada tahun berapa ext mulai diimplementasikan

  • 1990
  • 1991
  • 1992

3. Extended File System manakah yang memiliki performa yang bagus dalam menulis dan membaca file yang berukuran besar

  • Ext3
  • Ext4
  • Ext5

4. Sebelum melakukan partisi, maka hal yang dilakukan pertama kali yaitu Untitled single choice question

  • Menginstall tools gparted
  • Membuka konfigurasi dari folder /etc/fstab
  • Menginstall tools fdisk

5. Partisi yang tidak digunakan untuk melakukan proses booting sistem operasi dan untuk menyimpan data user, merupakan pengertian dari

  • Partisi utama
  • Partisi tambahan
  • Partisi logis

Asesment Akhir

1. Dibawah ini termasuk kelebihan Linux, kecuali

  • Bebas virus
  • Kompabilitas kurang
  • Kemudahan migrasi

2. Berikut ini adalah bagian dari kernel LINUX adalah

  • manajemen transfer
  • manajemen firewall
  • hardware device driver

3. Sistem Operasi dibagi menjadi dua, yaituUntitled single choice question

  • Berbasis Text dan Documents
  • Berbasis Text dan GUI
  • Berbasis GUI dan EXE

4. Salah satu kelebihan dari LINUX adalah dualboot yaitu

  • dapat dijalankan bersama system operasi yang lain
  • dapat dijalankan oleh lebih dari satu pengguna
  • dapat dijalankan di lebih dari satu computer

5. Siapakah yang pertama kali menciptakan sistem operasi LINUX ?

  • Andrew Tanen-Baum
  • Bill Gates
  • Linus Trovalds

6. Variasi dari Sistem Operasi Linux bisa disebut dengan

  • Distro/Distribusi
  • Open Source
  • Alias

7. Cara mengaktifkan swap file yakni

  • sudo swapon /swapfile
  • sudo nano /etc/fstab
  • sudo mkswap /swapfile

8. Yang termasuk perintah untuk mencari file yakni

  • Locate, cat, pwd
  • Where is dan find
  • Find, locate, mkdir

9. Perintah yang berfungsi sebagai filtering adalah

  • Chmod
  • Head
  • Ls

10. Perintah untuk menge-list file terbaru dari folder /bin yaitu

  • ls –lAtr /bin | tail –n 5
  • tail –n 5
  • head –n 5

1. Sebutkan langkah-langkah instalasi ubuntu !Untitled fill in the blanks question

2. Jelaskan cara shutdown dan restart melalui GUI dan terminal !

3. Apa perbedaan hard link dan symbolic link ?

4. Sebutkan jenis-jenis partisi !

5. Apa yang dimaksud dengan block device dan character device ?